Ciwidey Valley Resto, Good Place for Family Short-Vacation

Setelah Ciwidey Valley resmi dibuka, bangunan restorannya selalu bikin penasaran setiap kali saya lewat. Soalnya kelihatan ada bagian outdoornya, kayaknya asik nongkrong-nongkrong di situ saat sore cerah ceria.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Akhirnya tanggal 9 Januari kemarin saya dan keluarga nyoba juga ke sana sambil merayakan ulang tahunnya Hican yang pertama. Secara keseluruhan tempatnya cukup menyenangkan dan nyaman kecuali  kolam renangnya, saya lagi sial aja kebagian pas kolam renangnya ijo kayak kolam pemancingan. But let’s talk about food!

Restoran Ciwidey Valley ini terbagi menjadi tiga lantai. Saya cuma menginjakan kaki di lantai 1 dan 2 aja. Lantai 1 nya biasa aja, nggak ada yang spesial. Tapi lantai duanya nyaman banget. Di lantai dua nya itu ada dua bagian, ada yang semi tertutup dan ada bagian teras yang full terbuka. Kebetulan saya nggak duduk di teras, karena saat saya ke sana lagi siang hari bolong dan takut hujan tiba-tiba. Tapi lantai duanya emang beneran asik sih menurut saya.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Untuk bagian tempat duduknya ada beberapa sofa dan meja biasa. Jarak antara satu sofa dengan sofa lainnya nggak terlalu jauh jadi berasa kurang privasi. Tapi it’s okay lah… Nah untuk colokan, saya nggak tahu ya ada colokan apa nggak. Ada wifi tapi aneh, harus registrasi masuk website macem wifi id gitu. Anggaplah tidak ada ya.

Harga makanan di Ciwidey Valley nggak terlalu mahal tapi nggak bisa dibilang murah juga. Standard kafe kelas menengah. Tapi yang saya suka sih, dengan harga segitu porsinya lumayan banyaaak. Jadi enak kalau ke sana sama keluarga. Puasss…

Beberapa menu yang keluarga saya pesan diantaranya, sop buntut, bebek bumbu pedas yang saya lupa namanya. Gurame cobek, chicken Cordon bleu, tahu isi, bala-bala, pisang katsu.

Processed with VSCO

Sop buntutnya lumayan enak, kuahnya seger dan berasa kaldunya. Cuma sayang kalau buat saya dagingnya masih terlalu alot. Sop buntut ini dilengkapi sama sambal, acar dan emping.

Processed with VSCO

Pak Tetta pesan bebek goreng yang diberi sambal merah yang rasanya kayak balado. Ukurannya besar, rasanya enak, dagingnya lumayan empuk dan sambal baladonya berlimpah. Menu ini juga dilengkapi sama lalapan yang matang. Kalau saya kurang suka sama kol dan lain-lainnya yang dimatangkan terlebih dahulu kalau tujuannya buat lalapan. Nggak berasa di tanah Sunda hahahah…

Processed with VSCO

Mamah saya pesan gurame cobek. Nggak ada masalah sih sama gurame cobeknya, ikannya lumayan besar untuk porsi satu orang, nggak bau lumpur, dan sambalnya is ok. Tapi saya pernah makan gurame cobek yang jauuuhh lebih enak, and i was expecting that this gurame cobek bakal kayak gitu juga dengan topping cabe dan bawang setengah matang yang pedes-pedes gurih. Kalau sambal cobek di sini malah kayak sambel ijo ala RM. Padang. Jadi nggak terlalu spesial aja sih.

Processed with VSCO

Sementara kalau chicken cordon bleunya adalah pesanan si Uput, sepupu saya. Rasanya sih biasa aja. Nggak ada yang spesial. Chicken cordon bleu ini dilengkapi dengan french fries dan sayuran.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Nah kalau camilannya sih saya suka terutama si pisang Katsu yang kriuk-kriuk. Pisang yang dibalut tepung roti dan diberi susu kental manis cokelat ini harus dimakan pas lagi panas biar nikmat. Selain itu ada tahu isi yang ukurannya lumayan besar dan dikasih taburan kremes yang juga nikmat. Kalau untuk bala-bala alias bakwan jagungnya sih not my type. Enak sih sebenernya karena sayurnya berlimpah plus asa baksonya gitu. Cuma buat saya nggak cocok di lidah aja.

2016-01-09 10.44.18 2.jpg

Untuk minumannya saya pesan lemon squash dan orange squash. Saya kurang suka, soalnya berasa di lidah kayak bukan dari buah jeruk, tapi mungkin dari sirup atau minuman instan bubuk, entah cuma perasaan saya aja apa gimana, tapi kerasa aja terutama karena manisnya berlebihan.

Anyhow, tempat ini cocok kok buat family gathering gitu. Apalagi kalau bawa sepuh sama anak-anak. Biar anak-anak main dan para sepuh menghirup udara segar. Makanannya juga relatif murah dan porsinya banyak. Servisnya juga bagus.

Untuk harga pastinya saya lupa. Cuma range harga minuman dan makanan sekitar 12 ribu sampai 60ribuan, kalau gak salah steak itu yang 60ribuan. Saya berenam, makan dan ngemil cantik total jadi sekitar 500ribuan. Worth every cent.

Saya bakal balik lagi ke sini, selama hican mau dibawa balik lagi main-main di sana. 😂😂😂

btw untuk postingan ini beberapa foto saya ambil pake Hp, dan beberapa lagi saya ambil pake kamera film, Minolta Dynax 7 dengan film Kodak Gold. Mungkin kelihatan ya bedanya yang mana pake Hp yang mana pake kamera film.

 

Advertisements

One thought on “Ciwidey Valley Resto, Good Place for Family Short-Vacation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s