The Less Bumbu, The More I Love Ikan Bakar

image

Sejak nikah sama Pak Tetta, salah satu makanan yang paling sering hadir saat jam makan adalah ikan bakar. Kita lebih suka ikan laut, karena aromanya sedap banget kalau dibakar, teksturnya lebih solid daripada ikan air tawar dan Rasanya juga lebih enak tentunya. Biasanya kita belanja di Pasar Ciroyom, kalau masalah harga sebetunya nggak murah-murah amat. Standar aja dan nggak akan bisa nawar afgan, apalagi saya belanjanya malem-malem saat ikan-ikan baru datang dan masih fresh. Katanya kalau datangnya subuh menjelang pagi harganya bisa murah banget, mungkin si mamangnya udah lelah dan ngantuk Hahahaha. Tapi yang jelas di Pasar Ciroyom pilihannya banyak dan tentu lebih murah kalau dibandingkan dengan supermarket, lebih fresh pulak.

Nah beberapa jenis ikan yang sering kami bakar adalah, bandeng, baronang, kerapu, bawal, kembung. Tapi yang paling sering dan jadi favorit kita adalah ikan bandeng, dan ukurannya harus besar. Biar gak ribet sama durinya.

Waktu pertama kali makan ikan bakar di Makassar, saya agak aneh karena bukan tipikal ikan bakar  berkecap yang biasanya saya makan di Bandung, yang mana jarang juga saya makan ikan bakar. Tapi ternyata ini malah jauh lebih enak. Less bumbu sehingga rasa ikannya menonjol. Mungkin bagi sebagian orang ini agak gengges, karena biasanya si bumbu dipakai justru untuk menghilangkan aroma ikan. Semuanya kembali pada selera, tapi sejauh ini, ikan bakar ini favorit saya.

Karena dulu nggak punya tempat buat bakar ikan, kita mengandalkan kompor dan teflon aja. Jadi cuma dipanggang gitu. Teflonnya pun teflon jadul punya mamah bukan hepikol yang kayaknya bikin hidup jadi lebih mudah itu. Waktu pemanggangannya bisa berjam-jam. Kalau ukuran standar ya 2 jam, kalau ukuran besar bisa sampai 3 jam. Saya pakai kompor yang apinya 2 tungku, nyalain api di tungku kecil dengan api paling kecil. kalau nggak gitu, pasti bakal gosong di luar dan dalemnya mentah.

Nah pas kemarin kebetulan mau bikin ikan bakar tapi waktu mepet banget, ternyata pake oven hasilnya cukup memuaskan, dan irit waktu juga sih. Yang biasanya sampai 2 jam, ini 30 menit aja include manasin oven, udah matang. Tapi tetep dibakar arang sih the best.

Bahan
1 ekor ikan Bandeng ukuran sedang-besar, bersihkan, potong menjadi 2 bagian.
1 sdt minyak goreng
1 sdt garam
1 sdm air perasan jeruk nipis
1/3 cangkir air
1 siung bawang merah

Cara Membuat
1. Panaskan teflon, makin panas makin bagus.
2. Masukkan minyak, oleskan ke seluruh permukaan teflon, tunggu hingga minyak panas supaya ikan tidak menempel.
3. Simpan ikan bandeng di atas teflon, tunggu hingga permukaan ikan menjadi tidak lengket lagi. Lakukan pada sisi yang  satunya lagi.
4. Kecilkan api hingga api terkecil.
5. Sambil menunggu, panaskan oven 250° selama 15 menit.
6. Setelah oven panas, masukkan ikan ke dalam oven , stel pada api 200° selama 15 menit, api atas  bawah.
7. Setelah 7 menit, balikkan ikan yang atas di bawah, yang bawah di atas.
8. Sambil menunggu, larutkan garam dengan air, tambahkan potongan bawang merah mentah dan air perasan jeruk nipis.
9. Setelah ikan matang, simpan ikan di atas larutan bumbu yang sudah dibuat.

Kalau saya suka banget rasa ikan bakar yang sederhana ini. Rasa ikannya jadi menonjol, dan bawang mentah plus perasan jeruknya bikin ikan jadi tambah segar.

Untuk sambalnya, saya hampir selalu bikin sambal kecap. Yang gampang dan gak pernah gagal jadi pasangan ikan bakar. Sambal kecap saya terdiri dari bawang merah, cabe rawit, tomat, kecap dan air perasan jeruk nipis. Jumlahnya suka-suka aja. Dijamin nggak akan gagal kok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s