Ulukutek Leunca Tahu

image

Saya suka baget sama leunca. Suka. Banget. Menurut saya leunca paling enak kalau dijadikan lalapan mentah atau dibikin karedok, seger gitu bikin cenghar. Tapi saya agak males kalau Mamah udah bikin ulukutek leunca. Leunca yang dimasak dengan bumbu sambel oncom. Sensasi pecahan leucanya kan jadi nggak kerasa lagi karena leunca nya layu.

Tapi Mamah memang jagoan sih, beberapa tahun yang lalu dia nyobain bikin ulukutek leunca nggak pakai oncom. Dengan bahan seadanya, jadilan ukukutek leunca tahu. Kalau yang ini saya suka, karena meskipun leuncanya jadi layu, tapi tahunya enaak. Saya agak picky kalau masalah tahu *tsaah* Biasanya saya beli tahu Cibuntu di mamang-mamang yang lewat. Teksturnya lembuuut banget dan berasa asin tahunya. Kalau agak keras sedikit, males. Oh ya, kemarin juga pas banget lagi musim pete, jadi ditambah pete deh…

Selama tinggal seumur hidup saya sama Mamah, saya jadi belajar memanfaatkan bahan yang ada saat masak. Menciptakan masakan yang random, yang penting fresh dan bisa dimakan. Berbanding lurus dengan Pak Tetta yang sama-sama belajar. Belajar masakan saya yang random, belajar untuk menerima jenis makanan baru dan belajar untuk tidak menjadi picky-eater, termasuk belajar makan pedas.

Toh masak sih gitu-gitu aja sebenernya kaan.. Buat makanan sehari-hari mah yang penting bisa di makan. Penampilan nomor dua. HAHAHA…

BAHAN
1 ons leunca
3 buah tahu kuning ukuran besar
1 papan petai, kupas bagi dua bagian
1 siung bawang merah
1 siung bawang putih
2 batang besar daun bawang, potong kasar
1 1/2 ruas jari kencur
1 sdt garam
1/2 sdt gula
1 sdt kaldu bubuk instan (optional)
2 sdm minyak

CARA MEMBUAT
1. Cuci bersih leunca
2. Haluskan bawang merah, bawang putih, kencur
3. Hancurkan tahu
4. Panaskan minyak, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan bersama dengan potongan daun bawang. Aduk sampai bumbu tercium wangi.
5. Masukkan leunca dan tahu aduk dan biarkan hingga leunca menjadi agak layu.
6. Tambahkan air kurang lebih 3 sdm supaya “agak basah”
6. Masukkan garam, gula dan kaldu bubuk instan.
7. Koreksi rasa.

Kalau yang belum tahu leunca, silakan googling ya.. Bentuknya bulat dalamnya basah dan berbiji super kecil. Nggak ada rasanya tapi aromanya kayak bau sayuran hijau gitu. Kalau udah agak tua biasanya kulitnya menghitam dan rasanya cenderung pahit. Saya nggak tahu apa di daerah lain ada leunca apa nggak, cuma kalau kata Pak Tetta, dia baru lihat leunca pas pindah ke Bandung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s