Cita Rasa Peranakan yang Menyenangkan di Kopi Oey Braga

fb732232a6f5ce45de192a8c2c1a868a (1)

Setelah beberapa saat tidak keluar dari gua, akhirnya malam Minggu ini saya keluar juga karena sebuah ajakan mendadak dari Bibila untuk mendatangi Braga Culinary Night yang sedang ngehits, karena memang baru diadakan untuk ketiga kalinya. Mungkin lain kali saya akan menceritakan bagaimana suasana BCN yang diadakan setiap malam Minggu ini.

Nah Setelah bolak-balik di padatnya BCN tanpa mendapatkan kudapan yang dirasa cocok karena antrian di setiap tenant cukup panjang, akhirnya kami memutuskan untuk ke Kopi Oey yang masih berada di Jalan Braga.

Mungkin akibat terlalu sering menyimak twitnya Pak Bondan, Sebelum Kopi Oey ada di Bandung, saya sudah penasaran sih dengan kedai kopi milik Pak Bondan yang dulunya bernama Kopitiam Oey ini. Baru hari ini akhirnya saya kesampaian untuk berkunjung ke Kopi Oey.

wpid-20140125_222051.jpg

Tempatnya sendiri bagi saya cukup menyenangkan. Tidak terlalu sesak meski jarak dari satu kursi dan kursi lainnya berdekatan. Restoran yang mengusung tema peranakan Tionghoa ini dihiasi oleh poster-poster iklan jaman dulu berupa lukisan yang dibingkai dan ditempel di tembok. Daftar menu nya juga menarik karena makanan dan minuman ditulis dalam rentetan ejaan lama.

Salah satu hal yang cukup catchy adalah pajangan becak asli di tengah-tengah ruangan yang akan menyambut kita saat masuk. Demi keamanan, becak ini tidak bisa dinaiki (menurut nganaaa?)

Saya memesan Roti Chanai yang dilengkapi dengan Kari Ayam. Rasanya enak. Kita bisa merasakan sensasi asin dan asam juga manis yang bercampur menjadi satu dengan aroma rempah yang cukup kuat namun tidak bikin eneg. Mungkin karena porsi karinya juga tidak terlalu banyak, jadi pas sekali untuk melengkapi dua buah Roti Chanai yang lembut, sedikit alot dan ada sedikit sensasi garing dan berminyak di luarnya. Sementara untuk isi karinya sendiri ada sepotong ayam bagian paha atas dan sepotong kentang. Menyenangkan.

Roti Chanai dan Kari Ayam

Fajar dan Bibila memesan Nasi Goreng Teri Medan lengkap dengan kerupuk dan telur ceplok yang aromanya mengajak perut keroncongan. Rasa terinya cukup tajam. Jangan memiliki ekspektasi terlalu tinggi bila saya mengatakan kalau nasi goreng ini enak. Kalau buat saya sih Nasi Goreng di restoran ya begitulah rasanya, meski tidak bisa dipungkiri kalau Nasi Goreng Teri Medan Kopi Oey ini rasanya bikin nagih di setiap suapannya.

Kalau di tempat yang judulnya Kopi, tentu saya harus coba kopinya. Kopi yang dijual di Kopi Oey adalah Kopi “Aroma” yang pabriknya ada di Jalan Banceuy Bandung. Kopi yang sudah melegenda ini memang terkenal memiliki aroma dan rasa yang lebih enak karena tidak terlalu asam. Saya sendiri tidak bisa membedakan mana kopi enak dan mana yang tidak, karena saya bukan penyuka kopi, tapi menurut saya orang yang suka kopi itu keren, dan bagaimanapun caranya sampai saat ini saya belum bisa menjadi keren karena lebih memilih milkshake daripada kopi. Tapi kali ini saya mencoba menu Es Kopi Susu Indochina. Meski ada susunya, at least I’m trying .

Pastikan kopi sudah tersaring dengan baik sebelum kamu membuka saringannya dan menaruhnya di atas meja.

Menu kopi di sini, disajikan berupa kopi yang pekat, bahkan pada daftar menu ada peringatan untuk berhati-hati bila memesan kopi pada sore atau malam hari karena banyak keluhan pelanggan yang sulit tidur setelah minum kopi. Mungkin termasuk saya yang sekarang masih melek meski waktu sudah menunjukan pukul 12.31 dini hari.

Fajar memesan Es Teh manis, dan Bibila memesan The Jahe hangat. Es Teh nya biasa, tapi saya suka manisnya yang pas dan tidak ngajak diabetes. Teh Jahe hangatnya juga enak karena Rasa jahe nya kuat. Oh ya, untuk menu Teh jahe hangat ini, gulanya disajikan terpisah dalam bentuk beberapa bongkah gula batu.

Makan di Kopi Oey menurut saya sih menyenangkan. Meski tidak ada sofa, tapi cukup nyaman untuk makan sambil ngobrol dan sedikit berlama-lama. Selain itu harganya juga relatif murah dan sebanding dengan porsinya, saya lupa mencatat daftar harganya, tapi seingat saya makanan dan minuman dihargai 10.000-60.000an, – kalau tidak salah ya, silahkan cek sendiri atau bisa twit ke @KopiOey, atau bila ada yang mau menambahkan di kolom komentar, silahkan loh ;)- .

Tapiiiii, ada tapinya.. karena kami datang di malam minggu dan suasananya cukup ramai, makanan yang kami pesan baru datang satu jam kemudian. Kalau kamu datang di saat kelaparan mungkin kamu sudah pingsan duluan. Padahal menurut pengamatan saya tamu yang datang tidak banyak-banyak amat,  karena tempatnya juga tidak terlalu besar, bahkan kami saja bisa langsung dapat tempat duduk saat datang, dan masih ada beberapa meja yang masih kosong juga.

Belum lagi si mas-mas nya cool tanpa senyum. Seperti berat sekali harus kerja di malam Minggu.  Mungkin karena ramai sekali dan si Mas-masnya ini sudah kerja full shift sejak pagi. Ya, mungkin.

Tapi untungnya meski lambat dan dicemberuti, kualitas makanan yang disajikan toh tidak menurun. Masih enak, hangat dan tidak berantakan.

Saya tentu akan mengunjungi Kopi Oey lagi, karena Roti Chanai nya ngangenin ^^

20140125_223036

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s